AdGuard Home di STB HG680P
DNS rumah hemat daya untuk blokir iklan dan mengelola domain lokal.
Perangkat TV box atau set-top box (STB) Android bekas operator sering kali berakhir menumpuk di laci setelah masa langganan selesai. Salah satu model yang sangat populer di komunitas homelab Indonesia adalah Fiberhome HG680P. Dengan sedikit sentuhan flashing sistem operasi Linux Armbian, perangkat kecil ini bisa disulap menjadi server mini rumahan yang tangguh.
Di rumah, saya memakai STB FiberHome HG680P dan sesekali ZTE B860H, keduanya dengan Armbian (Ubuntu). Tulisan ini berfokus pada penggunaan HG680P untuk menjalankan AdGuard Home di dalam container Docker. Screenshot status Armbian dan daftar container yang ditampilkan kebetulan diambil dari B860H. Setup ini menjadi server DNS mandiri untuk menyaring lalu lintas jaringan rumah sekaligus mempermudah alur kerja pengembangan aplikasi lokal (local development). 🌐
Ingin mencoba di rumah?
Jika Anda memiliki STB Amlogic (seperti HG680P atau B860H) yang sudah terpasang Armbian dan Docker, Anda bisa langsung melompat ke bagian Catatan teknis pemasangan via Docker di bawah untuk melihat konfigurasi docker-compose.yml serta cara mengatasi konflik port 53 bawaan Ubuntu.
Mengapa Memilih STB HG680P Bekas?
Sebelum memutuskan memakai STB, opsi yang paling sering terpikirkan untuk server DNS rumahan biasanya adalah Raspberry Pi atau mini PC hemat daya. Namun, HG680P membawa kombinasi daya tarik yang sulit ditandingi untuk beban kerja spesifik ini.

+--------------------------------+
| Internet Service Provider |
+---------------+----------------+
|
v
+---------------+----------------+
| Router Utama Rumah |
| (DHCP DNS -> IP STB) |
+---------------+----------------+
|
+--------------------+--------------------+
| |
v v
+------------+-------------+ +-------------+------------+
| STB HG680P (Armbian) | | Perangkat Klien |
| +----------------------+ | | - Laptop Dev |
| | Docker Container: | | DNS Query | - Smartphone |
| | AdGuard Home | | <---------- | - Smart TV |
| | - Ad/Tracker Block | | | - IoT Devices |
| | - Local DNS Rewrite | | +--------------------------+
| +----------------------+ |
+--------------------------+
1. Konsumsi daya sangat rendah (hemat listrik 24/7)
Server DNS harus selalu aktif sepanjang hari. Jika server DNS mati, seluruh perangkat di rumah tidak akan bisa membuka nama domain internet. STB HG680P ditenagai SoC Amlogic S905X (quad-core ARM Cortex-A53) dengan RAM 2 GB.
Konsumsi daya listrik perangkat ini saat idle hanya berkisar antara 2 hingga 3 Watt, dan jarang melampaui 5 Watt saat memproses kueri DNS jaringan rumah. Dengan konsumsi daya serendah itu, biaya listrik operasional sebulan bahkan tidak sampai belasan ribu rupiah.
2. Harga pasar bekas yang sangat terjangkau
Perbandingan harga menjadi faktor penentu yang sangat nyata:
- Raspberry Pi 4 / 5: Unit papan saja kerap dibanderol di atas Rp800.000 hingga Rp1.500.000 (belum termasuk adaptor resmi, casing, dan microSD).
- STB HG680P bekas: Banyak tersedia di marketplace lokal dengan rentang harga Rp80.000 hingga Rp150.000, lengkap dengan adaptor 12V bawaannya.
Untuk tugas melayani permintaan DNS (DNS resolver/sinkhole) di jaringan rumah tangga, spesifikasi SoC quad-core ARM dan RAM 2 GB pada STB sudah lebih dari cukup. Beban CPU AdGuard Home umumnya berada di bawah 2% dan konsumsi memorinya hanya sekitar 50–120 MB.
3. Ekosistem Armbian dan Docker
Menjalankan Armbian berbasis Ubuntu memberikan fleksibilitas penuh sistem operasi Linux standar. Dengan menambahkan Docker, AdGuard Home dapat diisolasi secara rapi tanpa mengotori sistem utama STB, serta sangat mudah dicadangkan (backup) atau dipindahkan jika sewaktu-waktu berganti perangkat.

Mengapa AdGuard Home?
Ada beberapa alasan mengapa AdGuard Home menjadi pilihan harian di jaringan saya:
1. Perlindungan jaringan tanpa instalasi di setiap gadget
Dengan menyetel IP STB sebagai DNS utama di router (lewat pengaturan DHCP), seluruh gawai yang terhubung ke Wi-Fi rumah—mulai dari ponsel, tablet, laptop, hingga Smart TV—otomatis mendapatkan penyaringan iklan dan pelacak (trackers) di tingkat domain tanpa perlu memasang aplikasi tambahan pada masing-masing perangkat.
2. Penyelamat kebutuhan Local Development (DNS Rewriting)
Bagi pengembang web atau software, fitur DNS Rewrites di AdGuard Home adalah salah satu fitur paling praktis.
Saat mengembangkan aplikasi web multi-service, biasanya kita mengarahkan domain tiruan lokal (seperti api.rumahtangga.test atau *.lab.internal) ke komputer pengembang atau server lokal. Tanpa DNS server sendiri, kita terpaksa mengedit berkas /etc/hosts di komputer kerja. Masalahnya:
- Berkas
/etc/hoststidak mendukung wildcard (seperti*.dev.local). - Gawai lain seperti ponsel pintar, Smart TV, atau tablet pengujian tidak bisa mengedit
/etc/hoststanpa akses root/jailbreak.
Di AdGuard Home, kita cukup memasukkan aturan penulisan ulang DNS di menu Filters > DNS rewrites. Kita bisa memetakan domain lokal maupun pola wildcard langsung ke alamat IP mesin pengembang. Semua perangkat di jaringan Wi-Fi rumah langsung mengenali domain pengujian tersebut secara instan.
3. Cukup atur DNS rumah dari router, tidak satu per satu di Android
Jika NextDNS dipasang langsung lewat menu Private DNS di Android, nama host DNS perlu diatur pada setiap ponsel atau tablet. Mengulang pengaturan itu di banyak perangkat rumah terasa merepotkan, apalagi nama dan letak menunya bisa berbeda antarversi Android dan merek perangkat.
Dengan AdGuard Home, saya cukup mengatur IP STB sebagai DNS pada DHCP router. Router lalu membagikan alamat DNS tersebut kepada perangkat yang tersambung, termasuk ponsel, Smart TV, dan perangkat IoT. NextDNS juga bisa dikonfigurasi di router yang mendukungnya; jadi perbandingan ini khusus untuk cara memasang NextDNS langsung per perangkat.
Alternatif DNS untuk Jaringan Rumah
Keempat solusi ini sama-sama dapat menyaring domain iklan dan pelacak, tetapi cara mengelolanya berbeda. Saya membandingkannya berdasarkan kebutuhan tulisan ini: DNS rewrite untuk domain lokal, kemudahan melihat kueri, kebutuhan perangkat server, dan ketergantungan pada internet. Ini perbandingan fitur dan kecocokan, bukan benchmark kecepatan.
1. AdGuard Home: paling seimbang untuk DNS rumah dan dev lokal
AdGuard Home berjalan di perangkat sendiri dan menyediakan dasbor untuk daftar blokir, log kueri, aturan per klien, serta DNS rewrite. Rewrite host dan pola wildcard bisa dikelola dari satu layanan; resolver terenkripsi seperti DoH, DoT, dan DoQ juga didukung sebagai upstream.
Kelebihan: pengelolaan lewat UI, fitur DNS lokal cukup lengkap, dan tidak bergantung pada layanan cloud untuk menjawab nama lokal.
Pertimbangan: perlu perangkat yang selalu menyala dan dirawat. Jika server DNS mati, klien membutuhkan DNS cadangan agar tetap bisa mengakses internet.
2. Pi-hole: pilihan matang dengan komunitas besar
Pi-hole sudah lama digunakan sebagai pemblokir iklan di tingkat jaringan. Versi 6 menyertakan antarmuka web di dalam Pi-hole FTL, jadi keterangan lama bahwa UI perlu dipasang terpisah sudah tidak berlaku. Pi-hole juga menyediakan pengelolaan daftar blokir, log kueri, grup klien, dan entri DNS lokal.
Kelebihan: komunitas dan panduan pemecahan masalah luas, serta pengaturan blokir per grup klien cukup matang.
Pertimbangan: untuk pola rewrite yang lebih rumit, seperti wildcard tertentu, pengaturan tambahan dapat memerlukan konfigurasi FTL/dnsmasq. Untuk beberapa protokol DNS terenkripsi, pemasangan resolver pendamping seperti cloudflared masih lazim digunakan.
3. NextDNS: paling praktis jika tidak ingin merawat server
NextDNS menjalankan penyaringan dan pengelolaan profil di layanan cloud. Kita tidak perlu menyiapkan STB, NAS, atau komputer yang menyala terus, dan kebijakan bisa dibedakan per profil/perangkat.
Kelebihan: pemasangan cepat dan tidak ada server lokal yang perlu diperbarui atau dicadangkan.
Pertimbangan: konfigurasi serta kueri bergantung pada koneksi ke layanan NextDNS. Paket gratis memiliki batas 300.000 kueri per bulan; setelah batas tercapai, fitur penyaringan gratis dinonaktifkan sampai kuota diperbarui. DNS lokal yang harus tetap bekerja saat internet putus lebih cocok ditangani server di rumah.
4. Blocky: cocok untuk konfigurasi dan pemantauan berbasis kode
Blocky adalah resolver ringan yang dikonfigurasi melalui YAML. Ia mendukung aturan klien, DNS kustom, resolver upstream terenkripsi, dan metrik Prometheus, sehingga cocok untuk pengguna yang mengelola infrastruktur dengan Git atau sistem pemantauan.
Kelebihan: konfigurasi mudah disimpan dan ditinjau sebagai kode, serta cocok disandingkan dengan Prometheus/Grafana.
Pertimbangan: Blocky inti tidak menyertakan dasbor interaktif seperti AdGuard Home. Proyek pendamping menyediakan antarmuka web, tetapi perlu dipasang dan dikelola terpisah.
Tabel Perbandingan Empat Solusi DNS
| Kebutuhan | AdGuard Home | Pi-hole | NextDNS | Blocky | Unggul untuk kebutuhan ini |
|---|---|---|---|---|---|
| Lokasi layanan | Server sendiri | Server sendiri | Cloud | Server sendiri | NextDNS jika ingin tanpa perangkat lokal |
| UI dan log kueri | UI bawaan | UI bawaan sejak v6 | Dasbor cloud | API/metrik; UI tersedia lewat proyek pendamping | AdGuard Home untuk pengelolaan mandiri yang langsung siap |
| DNS rewrite lokal | UI dan pola wildcard | Entri lokal tersedia; aturan lanjutan bisa perlu konfigurasi | Dikelola dari layanan cloud | Aturan YAML | AdGuard Home untuk edit lokal lewat UI |
| Aturan per klien | IP, jaringan, dan identitas klien | Grup klien | Profil/perangkat | Grup di konfigurasi | Bergantung cara identifikasi klien |
| Konfigurasi sebagai kode | Bisa melalui konfigurasi, tetapi UI menjadi jalur utama | Bisa melalui konfigurasi FTL | Tidak dikelola sendiri | YAML sebagai konfigurasi utama | Blocky |
| Perlu internet untuk DNS lokal | Tidak | Tidak | Ya, untuk memakai layanan | Tidak | AdGuard Home, Pi-hole, atau Blocky |
| Biaya perangkat server | Perlu perangkat | Perlu perangkat | Tidak perlu | Perlu perangkat | NextDNS |
Jadi, mana yang paling unggul?
Untuk skenario artikel ini—STB HG680P yang selalu menyala, pemblokiran iklan seisi rumah, dan domain pengembangan lokal—AdGuard Home paling sesuai secara keseluruhan. Ia menggabungkan server lokal, UI untuk melihat kueri, dan DNS rewrite wildcard tanpa membuat konfigurasi YAML menjadi jalur utama.
Pilihan terbaik berubah jika kebutuhannya berbeda: NextDNS paling praktis bila tidak ingin merawat server; Pi-hole menarik jika mengutamakan ekosistem lama dan grup klien; sedangkan Blocky lebih pas untuk pengguna yang nyaman mengelola YAML dan metrik. Jadi, AdGuard Home unggul untuk kebutuhan yang dibahas di sini, bukan pemenang mutlak untuk semua jaringan.
Catatan Teknis Pemasangan via Docker
Berikut adalah langkah-langkah ringkas untuk memasang AdGuard Home di Armbian Ubuntu menggunakan Docker Compose.
1. Menangani konflik port 53 (systemd-resolved)
Pada distribusi Ubuntu modern (termasuk Armbian Ubuntu), layanan systemd-resolved secara bawaan mengikat port 127.0.0.53:53. Jika tidak disesuaikan, container AdGuard Home akan gagal berjalan dengan pesan galat address already in use.
Solusi resminya adalah menonaktifkan stub listener DNS bawaan:
Sunting berkas /etc/systemd/resolved.conf:
[Resolve]
DNS=127.0.0.1
DNSStubListener=no
Kemudian perbarui tautan simbolik resolv.conf dan mulai ulang layanannya:
sudo ln -sf /run/systemd/resolve/resolv.conf /etc/resolv.conf
sudo systemctl restart systemd-resolved
2. Menyiapkan Docker Compose
Buat folder kerja dan berkas compose.yaml:
services:
adguardhome:
image: adguard/adguardhome:latest
container_name: adguardhome
restart: unless-stopped
ports:
- "53:53/tcp"
- "53:53/udp"
- "80:80/tcp"
- "3000:3000/tcp"
volumes:
- ./work:/opt/adguardhome/work
- ./conf:/opt/adguardhome/conf
Jalankan container:
docker compose up -d
Setelah berjalan, buka peramban dan akses http://<IP-STB>:3000 untuk menyelesaikan wizard instalasi awal (menentukan akun admin dan port web UI). Setelah selesai, dasbor dapat diakses di port 80.

Sisi Positif dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan
| Sisi Positif | Hal yang Perlu Dipertimbangkan |
|---|---|
| Konsumsi daya amat rendah (~2–5W), aman menyala 24 jam tanpa membengkakkan tagihan listrik | Perlu pemahaman dasar Linux (Armbian) untuk flashing awal dan konfigurasi Docker |
| Biaya perangkat keras sangat ekonomis dibanding mini PC atau Raspberry Pi | Penyimpanan internal eMMC STB atau microSD murah rentan aus jika log kueri ditulis terus-menerus tanpa batas |
| Fitur DNS Rewrite bawaan memudahkan routing domain lokal untuk pengujian aplikasi | Jika STB mati atau adaptor tercabut, seluruh rumah kehilangan akses internet kecuali router memiliki DNS cadangan |
| Mendukung enkripsi upstream modern (DoH, DoT, DoQ) langsung dari UI | Beberapa aplikasi atau layanan perbankan/streaming mungkin menolak berjalan jika domain analitiknya terblokir |
Tips Ketahanan Penyimpanan (eMMC / MicroSD)
Di menu Settings > General settings AdGuard Home, atur Query logs retention ke jangka waktu wajar (misalnya 7 hari atau 24 jam) dan gunakan opsi Anonymize client IP jika tidak membutuhkan riwayat mendalam. Ini akan menghemat siklus tulis ke penyimpanan flash internal STB agar perangkat awet bertahun-tahun.
Untuk Siapa Setup Ini Cocok?
Penggunaan STB HG680P sebagai host AdGuard Home sangat cocok bagi:
- Pengembang web dan software yang membutuhkan server DNS lokal untuk memetakan domain pengujian internal (DNS rewrites) ke berbagai perangkat fisik tanpa menyunting berkas hosts satu per satu.
- Pengguna rumahan yang ingin membersihkan jaringan rumah dari iklan agresif dan pelacak data tanpa berlangganan layanan DNS berbayar.
- Penggiat homelab hemat anggaran yang ingin mendaur ulang perangkat keras bekas berdaya rendah menjadi infrastruktur jaringan mandiri yang andal.
Apakah Anda ingin saya membuat tulisan tersendiri tentang instalasi Armbian di STB HG680P—mulai dari menyiapkan media sampai perangkat berhasil boot? Sampaikan di kolom komentar, ya.
Rujukan
Informasi fitur, dokumentasi, dan perangkat lunak diperiksa per 10 Oktober 2026.
- AdGuard Home, dokumentasi DNS rewrite dan konfigurasi upstream, AdguardTeam.
- Pi-hole, dokumentasi resmi dan pengumuman Pi-hole v6, Pi-hole LLC.
- NextDNS, situs dan pusat bantuan serta keterangan batas kuota gratis.
- Blocky, dokumentasi konfigurasi dan opsi instalasi serta UI pendamping, 0xerr0r.
- Armbian Project, Linux for ARM development boards.
- Mengapa Memilih STB HG680P Bekas?
- 1. Konsumsi daya sangat rendah (hemat listrik 24/7)
- 2. Harga pasar bekas yang sangat terjangkau
- 3. Ekosistem Armbian dan Docker
- Mengapa AdGuard Home?
- 1. Perlindungan jaringan tanpa instalasi di setiap gadget
- 2. Penyelamat kebutuhan Local Development (DNS Rewriting)
- 3. Cukup atur DNS rumah dari router, tidak satu per satu di Android
- Alternatif DNS untuk Jaringan Rumah
- 1. AdGuard Home: paling seimbang untuk DNS rumah dan dev lokal
- 2. Pi-hole: pilihan matang dengan komunitas besar
- 3. NextDNS: paling praktis jika tidak ingin merawat server
- 4. Blocky: cocok untuk konfigurasi dan pemantauan berbasis kode
- Tabel Perbandingan Empat Solusi DNS
- Jadi, mana yang paling unggul?
- Catatan Teknis Pemasangan via Docker
- 1. Menangani konflik port 53 (systemd-resolved)
- 2. Menyiapkan Docker Compose
- Sisi Positif dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan
- Untuk Siapa Setup Ini Cocok?
- Rujukan
