Sonora, Pemutar Musik Ringan Berbasis Rust
Pengalaman memakai Sonora di Linux Mint: ringan, rapi, dan punya lirik tersinkron yang seru.
Ada masa ketika musik cukup diputar dari mana saja, lalu dibiarkan mengalun sambil bekerja. Tetapi setelah mencoba Sonora, saya jadi lebih sering memperhatikan pemutar musiknya juga. Bukan karena ingin sibuk mengatur ini-itu, melainkan karena tampilannya terasa tenang, responsnya enak, dan musiknya seperti diberi ruang untuk benar-benar didengarkan. 🎧
Sonora adalah pemutar musik native yang dibangun dengan Rust dan GPUI. Dalam pemakaian sehari-hari di komputer saya, ia terasa lebih ringan di memori dibanding beberapa pemutar musik yang pernah saya pakai. Ini bukan hasil uji laboratorium dengan grafik warna-warni, ya; hanya kesan sederhana ketika membuka musik sambil bekerja: komputer tidak terasa ikut menghela napas panjang.
Ringan, tapi tidak terasa seadanya
Kesan pertama saya: Sonora rapi. Navigasinya jelas, daftar musik nyaman dipandang, dan pemutarnya tidak terasa seperti jendela yang dipenuhi tombol. Ada kesan modern, tetapi tidak dingin. Ia seperti meja kerja yang sudah dibereskan—kita masih bisa menemukan barang yang dibutuhkan tanpa harus menggeser tumpukan kabel terlebih dahulu.
Tim Sonora pernah membagikan pengujian mereka sendiri di Linux x86_64: setelah lima menit memutar musik, penggunaan memorinya rata-rata sekitar 173 MiB RSS, sementara klien desktop Spotify sekitar 2 GiB. Angka ini menarik sebagai gambaran awal, tetapi berasal dari pengujian pengembang, bukan perbandingan independen dengan kondisi dan perangkat yang terdokumentasi lengkap. Jadi, angka tersebut saya jadikan konteks, bukan janji hasil yang sama di setiap komputer.
Di balik tampilannya, fiturnya juga tidak pelit. Sonora mendukung musik lokal serta layanan seperti Apple Music, Spotify, YouTube Music, Deezer, dan server Subsonic/Navidrome. Ada pula pemutaran tanpa jeda, normalisasi audio, acak, pengatur waktu tidur, sampai scrobbling ke Last.fm dan layanan sejenis. Daftar lengkapnya bisa dilihat di repository resmi Sonora dan dokumentasinya. Untuk pengguna koleksi musik mandiri, Sonora juga tercantum sebagai klien desktop native pada direktori aplikasi Navidrome.

Gambar di atas berasal dari repository resmi Sonora. Untuk layanan musik berlangganan, tentu akun dan langganan yang sah tetap diperlukan; Sonora bukan jalan pintas untuk melewati hak atau batasan layanan. Justru enaknya, musik dari beberapa tempat bisa terasa lebih menyatu dalam satu aplikasi.
Lirik yang bikin ingin ikut bernyanyi
Bagian yang paling membuat saya senyum adalah lirik tersinkron. Ketika lagu berjalan, baris yang sedang dinyanyikan ikut disorot. Rasanya sedikit seperti karaoke pribadi di depan layar—bedanya, penontonnya tidak protes ketika nada saya melenceng. 😄

Tangkapan layar ini saya ambil dari pemakaian sendiri. Selain lirik biasa, Sonora juga mencantumkan dukungan lirik bergaya karaoke, vokal latar, dan romanisasi pada lagu yang datanya tersedia. Fitur kecil seperti ini mungkin tidak selalu dicari setiap hari, tetapi pada lagu tertentu ia membuat pengalaman mendengar terasa lebih dekat.
Bisa dibentuk sesuai selera
Sonora tidak memaksa tampilannya seragam untuk semua orang. Tema, font, ikon, transparansi, dan gaya jendelanya bisa disesuaikan. Buat sebagian orang ini mungkin hanya pemanis; buat yang cukup lama menatap layar, tampilan yang nyaman ternyata ikut memengaruhi mood. Musiknya sama, tetapi suasananya bisa terasa berbeda.
Ada juga dukungan Discord Rich Presence, membuka berkas musik langsung dari pengelola berkas, serta ketersediaan untuk Linux, Windows, dan macOS. README proyek juga menyebut FreeBSD, dengan catatan “probably”—jadi dukungannya masih perlu dipastikan untuk kebutuhan masing-masing. Saya suka pendekatan seperti ini: fiturnya banyak, tetapi tidak disodorkan semuanya sekaligus ke wajah kita.
Tersedia di OS apa saja?
Sonora menyediakan beberapa jalur pemasangan menurut README resmi. Pilih yang paling sesuai dengan sistem dan kebiasaan masing-masing:
- Linux: tersedia sebagai AppImage, Flatpak, paket AUR untuk Arch Linux, dan Nix. Untuk Ubuntu atau Linux Mint, AppImage menjadi pilihan praktis karena berupa satu berkas yang dapat dijalankan tanpa memasang lewat pengelola paket.
- Windows: tersedia installer untuk Windows biasa maupun Windows ARM, serta berkas portabel untuk beberapa arsitektur.
- macOS: tersedia melalui Homebrew Cask. Petunjuk resmi saat ini juga mencatat langkah tambahan untuk menghapus atribut karantina macOS setelah pemasangan.
Linux Mint dengan AppImage
Saya sendiri memakai Linux Mint dan menjalankan Sonora lewat AppImage. Jalur ini paling nyaman buat saya karena cukup menyimpan satu berkas aplikasi; rasanya seperti membawa pemutar musik di saku folder sendiri. Langkahnya sederhana:
Buka halaman rilis Sonora dan unduh AppImage yang sesuai dengan arsitektur komputer. Mayoritas PC/laptop menggunakan
x86_64; tersedia juga buildaarch64.Beri izin eksekusi. Dari pengelola berkas, buka Properties lalu aktifkan izin menjalankan berkas sebagai program; atau gunakan terminal di folder unduhan:
chmod +x sonora-*.AppImageJalankan dengan klik ganda, atau dari terminal:
./sonora-*.AppImage
AppImage tidak memperbarui dirinya sendiri, jadi unduh versi baru dari halaman rilis saat ingin memperbarui, atau gunakan AppImageUpdate/pengelola AppImage. Menurut catatan instalasi resmi Sonora, paket AppImage juga bergantung pada beberapa komponen sistem—termasuk driver Vulkan dan jembatan ALSA yang sesuai dengan audio sistem. AppImageHub mencatat kebutuhan glibc versi 2.35 atau lebih baru. Pada Linux Mint yang cukup lama, periksa versi sistem terlebih dahulu sebelum menyimpulkan berkas AppImage bermasalah.
Catatan kecil: equalizer terlalu tersembunyi
Tidak ada aplikasi yang benar-benar sempurna, dan untuk Sonora catatan saya ada pada equalizer. Saat ini letaknya terlalu masuk ke dalam pengaturan. Kalau ingin cepat mengubah karakter suara, langkahnya terasa lebih banyak daripada yang semestinya—padahal telinga kadang sudah tahu duluan mana yang kurang pas.
Saya sudah menyampaikan masukan ini lewat issue #861: akan lebih nyaman bila equalizer punya akses cepat, misalnya tombol khusus di tampilan pemutar. Ini bukan penghalang besar untuk menikmati Sonora, hanya hal kecil yang mudah-mudahan bisa membuat pengalaman berikutnya makin mulus.
Jadi, layak dicoba?
Menurut saya, sangat direkomendasikan. Sonora cocok untuk yang ingin pemutar musik native, ringan, tidak ramai, tetapi tetap punya fitur yang matang. Ia membuat kegiatan mendengarkan musik kembali terasa sederhana: pilih lagu, duduk sebentar, lalu biarkan suara mengambil alih keramaian di kepala.
Kadang yang kita perlukan bukan lagu baru, melainkan ruang yang lebih tenang untuk mendengarkan lagu yang sama. 🌿
Kalau sedang mencari pemutar musik baru, Sonora pantas masuk daftar untuk dicoba. Siapa tahu, seperti saya, Anda malah jadi lebih sering ikut bernyanyi pelan-pelan di depan layar.
Rujukan
Fitur, dukungan sistem operasi, dan cara instalasi dapat berubah mengikuti rilis. Catatan ini merujuk pada dokumentasi yang tersedia saat tulisan disusun, 3 Oktober 2026.
- Repository dan README resmi Sonora — deskripsi proyek, daftar fitur, sistem operasi, serta petunjuk instalasi.
- Dokumentasi Sonora: Introduction — pengantar proyek dan cara kerja Sonora.
- AppImageHub: Sonora — format AppImage, cara menjalankan, dan catatan kompatibilitas
glibc. - Tulisan tim Sonora di r/linuxapps — paparan fitur dan angka penggunaan memori dari pengujian pengembang; bukan review atau benchmark independen.
- Changelog resmi Sonora — riwayat fitur dan perubahan antarversi.
- Direktori aplikasi Navidrome — daftar klien yang mencantumkan Sonora sebagai klien desktop native untuk Navidrome/Subsonic.
- Ringan, tapi tidak terasa seadanya
- Lirik yang bikin ingin ikut bernyanyi
- Bisa dibentuk sesuai selera
- Tersedia di OS apa saja?
- Linux Mint dengan AppImage
- Catatan kecil: equalizer terlalu tersembunyi
- Jadi, layak dicoba?
- Rujukan
